Rumusan masalah:
1. Apa itu routing?
2. Dimana routing dilakukan?
3. Kapan routing dilakukan?
4. Siapa yang melakukan routing?
5. Kenapa melakukan routing?
6. Bagaimana melakukan routing?
Routing
Istilah routing dapat diartikan tugas / proses untuk
menentukan path/rute yang akan dilewati ole paket yang ingin dikirim ke suatu
tujuan alamat network. proses routing bekerja pada Layer 3 OSI dan dalam
menentuka lewat rute mana paket akan dilewat kan dapat secara Static Routing
maupun Dynamic Routing.
·
Static
Routing
Static routing merupakan rute yang
secara manual dimasukan oleh sang Administrator kedalam konfigurasi devices
untuk mendefinisikan lewat interface mana sebuah paket dengan suatu tujuan akan
dilewatkan. Berikut ini merupakan poin – poin yang didefenisikan dalam static
routing :
- Network tujuan
- Subnet Mask
- Gateway atau interface yang di tunjuk untuk melewati packet
tersebut
-Metric (digunakan untuk membandingkan tingkat kredibilitas
suatu path bila terdapat lebih dari 1 rute untuk suatu destination yang sama)
Pada router cisco, static routing dapat didefinisikan dengan perintah :
ip route
<network_tujuan><subnet_mask><gateway> name <deskripsi>
Static routing merupakan bentuk yang simple dari routing,
tapi diperlukan proses manual dalam mendefine static routing tersebut ke perangkat
jaringan. Static routing digunakan pada network yang hanya mempunya sedikit
perangkat dan sifat rute nya tetap (sangat jarang untuk berubah) static routing
juga tidak dapat menangani perpindahan rute secara otomati bila ruteyang
didefinisikan sebelumnya mengalami kegagalan jaringan (link failure).
Perpindahan rute ini tidak bisa
otomatis dikarenakan sang administrator harus mengkonfigur lagi secara manual
untuk mengupdate konfigurasi dengan rute yang baru. keuntungan dari static
Routing adalah dari segi konsumsi memory, static routing mengkonsumsi sangat
kecil dari memory router.
Jadi kesimpulannya routing static
tidak cocok untuk network yang perangkatnya
cukup lumayan banyak dan diinginkan perubahan rute dapat dilakukan
otomatis oleh
perangkat jaringan bila terjadi link failure.
·
Dynamic
Routing
Merupakan Routing yang bekerja
secara dinamis dan otomatis oleh suatu software Routing yang berjalan pada
suatu perangkat(umum nya Router). kenapa dinamis, karena dengan dynamic routing
protocol yang berjalan, router akan dapat menentukan secara otomatis lewat mana
suatu paket dengan sebuah tujuan akan dikirimkan. dan apabila terjadi kegagalan
jaringan pada suatu link, router secara otomatis akan memindahkan traffic
melewati link yang tidak mengalami gangguan (backup link) dan akan secara
otomatis menginformasikan ke router-router lain nya dalam satu domain bahwa
telah terjadi perubahan routing dan router yang terkait perubahan routing
tersebut akan otomatis melakukan update routing.
Routing tersebut dapat berjalan
otomatis dikarenakan router-router yang menjalankan dynamic routing protocol
tersebut saling mempelajari rute dan semua perangkat yang terkonek langsung
(directly connected). Selanjutnya router akan mempelajari route-route yang ada
di Router Tetangganya (Neighbor Router) yang dimana menjalanan routing protocol
yang sama. singkatnya, informasi yang di kumpulkan dan dipelajari dari
routerrouter tetangganya ini akan membentuk routing-table dimana akan menunjukan
rute terbaik “best-route” untuk mencapai suatu network.
Lalu Dynamic routing protocol ini
akan mengirimkan informasi mengenai ‘best-route” ke router yang menjadi
tetangganya, dan router tetangga tersebut akan menginformasikan kembali ke
tetangga lainnya sampaisemua router dalam domain yang sama saling mengetahui rute-rute
untuk mencapai dari suatu network ke network lainnya. Pada Dynamic Routing router-routerdalam
sebuah domain yang sama dapat beradaptasi bila terjadi perubahan topology,
perangkat problem ataupun terjadinya link failure dengan merubah rute dan melakukan routing update secara otomatis. jadi
router-router akan merespon secara otomatis untuk merutekan paket dari suatu
network ke network yang lainnya dan akan beradaptasi bila terjadi link failure,
semua itu dapa tercapai bila kondisi “tau-sama-tau” telah tercapai pada seluruh
router yang ada dalam domain yang sama. kondisi “tau-sama-tau” ini lebih
dikenal dengan istilah convergence. Contoh dari Dynamic routing protocol : RIP
, OSPF, EIGRP, ISIS, BGP
·
RIP
Versi 1
RIP (Routing Information Protocol)
merupakan routing information protokol yang memberikan routing table
berdasarkan router yang terhubung langsung, Kemudian router selanjutnya akan
memberikan informasi router selanjutnya yang terhubung langsung dengan itu.
Adapun informasi yang dipertukarkan oleh RIP yaitu : Host, network, subnet, route
default.
Karakteristik RIP versi 1
1. Distance Vector Routing Protocol
2. Menggunakan metric yaitu hop
count
3. Maximum hop count adalah 15. 16 dianggap
sebagai unreachable
4. Mengirimkan update secara
periodic setiap 30 sec
5. Mengirimkan update secara
broadcast ke 255.255.255.255
6. Mendukung 4 path Load Balancing
secara default maximumnya adalah 6
7. Menjalankan auto summary secara
default
8. Paket update RIP yang dikirimkan
bejenis UDP dengannomor port 520
9. Bisa mengirimkan paket update
RIP v.1 dan bisa menerima paket update RIP v.1 dan v.2
10. Berjenis classful routing
protocol sehingga tidak menyertakan subject mask
dalam paket update.Akibatnya RIP
v.1 tidak mendukung VLSM dan CIDR.
11. Mempunyai AD 120
Kelebihan :
·
Menggunakan metode Triggered Update.
·
RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus
kembali memberikan informasi routing.
·
Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer
belum habis, router tetap harusmen girimkan informasi routing karena dipicu
oleh perubahan tersebut (triggere dupdate).
·
Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan
memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi
kegagalan link jaringan.
Kekurangan :
·
Jumlah host Terbatas.
·
RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap
route.
·
RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking
(VLSM).
·
Ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara
routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi
jaringan tempatnya berada
·
Hanya mendukung routing classful.
·
Tidak ada info subnet yang dimasukkan dalam perbaikan
routing.
·
Tidak mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask).
·
Perbaikan routing broadcast.
Versi 2
Secara umum RIPv2 tidak jauh
berbeda dengan RIPv1. Perbedaan yang ada terlihat pada informasi yang
ditukarkan antar router. Pada RIPv2 informasi yang dipertukarkan yaitu terdapat
autenfikasi pada RIPv2ini.
Persamaan dengan RIP v.1 :
1.Distance Vector Routing Protocol.
2.Metric berupa hop count
3.Max hop count adalah 15
4.Menggunakan port 520
5.Menjalankan auto summary secara
default
Perbedaan dengan RIP v.1 :
1. Bersifat classless routing
protocol, artinya menyertakan field SM dalam paket update yang dikirimkan
sehingga RIP v.2 mendukung VLSM & CIDR.
2. Mengirimkan paket update &
menerima paket update versi 2.
3. Mengirimkan update ke alamat
multicast yaitu 224.0.0.9.
4. Auto Summary dapat dimatikan.
5. Mendukung fungsi keamanan berupa
authentication yang dapat mencegah routing update dikirim atau diterima dari
sumber yang tidak dipercaya.
Kelebihan RIP versi 2 :
·
mendukung routing classfull dan routing classless
·
info subnet dimasukkan dalam perbaikan routing
·
mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask)
·
perbaikan routing multicast
·
IGRP
The Interior Gateway Routing
Protocol (IGRP) adalahsebuah routing protocol berpemilik yang dikembangkan pada
pertengahan tahun1980-an oleh Cisco Systems, Inc Cisco tujuan utama dalam
menciptakan IGRP adalah untuk menyediakan protokol yang kuat untuk routing
dalam sistem otonomi (AS). IGRP memiliki hop maksimum 255, tetapi defaultnya
adalah100. IGRP menggunakan bandwidth dan garis menunda secara default untuk
menentukan rute terbaik dalam sebuah internetwork (Composite Metrik).
Pada IGRP ini routing dlakukan
secara matematik berdasarkan jarak. Untuk itu pada IGRP ini sudah
mempertimbangkan hal berikut sebelummengambil keputusan jalur mana yang akan
ditempuh. Adapun hal yang harus diperhatikan : load, delay,bandwitdh,
realibility.
Kekurangan dan kelebihan IGRP:
·
IGRP tidak meningkatkan fitur konvergensi dan efesien
pengopersaian sinyal
·
IGRP dan EIGRP saling kompatibel memberikan
interoperability tanpa batas dengan router IGRP
·
IGRP tidak mendukung multiprotocol
·
IGRP mempunyai hop count sampai 255
·
IGRP menggunakan metrik yang panjangnya 32 bit, yang
memberi factor skala256([10000000/BW]*2560
·
EIGRP
EIGRP
(Enhanced Interior Gateway Routing Protocol).Distance vector protocol merawat
satu set metric yang kompleks untuk jarak tempuh ke jaringan lainnya. EIGRP menggabungkan
juga konsep link state protocol. Broadcast-broadcast di-update setiap 90 detik
ke semua EIGRP router berdekatan. Setiap update hanya memasukkan perubahan jaringan.
EIGRP sangat cocok untuk jaringan besar.
Pada EIGRP
ini terdapat dua tipe routing protokol yaitu dengan distance vektor dan dengan
Link state. IGRP dan EIGRP sama-sama sudah mempertimbangkan masalah bandwitdh
yang ada dan delay yang terjadi.
Karakteristik:
Penerus dari IGRP, CISCO proprietary.
·
Memanfaatkan triggered update, partial, dan
boundedupdate.
·
Partial artinya routing update yang dikirimkan tidak
keseluruhan, namun hanya route2 yang berubah.
·
Bounded artinya hanya akan dikirimkan kepada router2
yang membutuhkan -> alamat multicast (224.0.0.10).
·
Memanfaatkan algoritma DUAL (Diffused Update
Algorithm) untuk mencari successor (best path), dan feasible successor (backup
path).
Kelebihan:
·
Melakukan konvergensi secara tepat ketika menghindari
loop.
·
Memerlukan lebih sedikit memori dan proses.
·
Memerlukan fitur loopavoidance.
·
EIGRP mendukung multiprotocol.
·
EIGRP meningkatkan fitur konvergensi dan efesien
pengopersaian sinyal.
·
IGRP dan EIGRP saling kompatibel memberikan
interoperability tanpa batas dengan ruter IGRP.
Kekurangan:
·
Hanya untuk Router Cisco.
·
EIGRP mempunyai maximum hop count terbatas sampai 224.
·
BGP
BGP (Border Gateway Protocol)
adalah sebuah sistem antar autonomous routing protocol. Sistem autonomous
adalah sebuah jaringan atau kelompok jaringan di bawah administrasi umum dan dengan
kebijakan routing umum. BGP digunakan untuk pertukaran informasi routing untuk
Internet dan merupakan protokol yang digunakan antar penyedia layanan Internet
(ISP). Pelanggan jaringan, seperti perguruan tinggi dan perusahaan, biasanya menggunakan
sebuah Interior Gateway Protocol (IGP) seperti RIP atau OSPF untuk pertukaran
informasi routing dalam jaringan mereka. Pelanggan menyambung ke ISP,dan ISP menggunakan
BGP untuk bertukar pelanggan dan rute ISP . Ketika BGP digunakan antar Autonom
System (AS), protokol ini disebut sebagai External BGP (EBGP). Jika penyedia
layanan menggunakan BGP untuk bertukar rute dalam suatu AS,maka protokol
disebut sebagai Interior BGP (IBGP)
Kelebihan :
·
Sangat sederhana dalam instalasi.
Kekurangan :
·
Sangat terbatas dalam mempergunakan topologi.
·
OSPF
OSPF (Open Shortest Path First)
adalah routing protocol link-state yang dikembangkan oleh IETF sebagai
pengganti RIP. SifatOSPF adalah "open"; Artinya vendor apapun dapat memanfaatkan
routing protocol ini. Memanfaatkan algoritma Shortest Path First (SPF); dimana
jalur terbaik adalah jalur yang mempunyai cumulative cost yang paling rendah.
Tidak ada batasn penentuan cost ini. OSPF mendasarkan matric dari cost yang
berbeda-beda antar vendor. CISCO menerapkan penghitungan cost berdasarkan
rumus: 108/BW Ada 5 tipe paket yang digunakan oleh OSPF:
1. Hello packet
2. Link State Request (LSR)
3. Link State Update (LSU)
4. Database Description
5. Link State Acknoeledgement (LSAck)
OSPF juga mirip dengan EIGRP dimana
terdapat 3 table, yaitu adjacency table (berisi neighbour-neighbour). OSPF juga
melakukan auto summary, sehingga mendukung sepenuhnya VLSM & CIDR.
OSPF juga memanfaatkan process ID
sepertiEIGRP; Namun router - router yang menjalankan OSPF tidak perlu
menggunakan process. ID yang sama untuk saling berkomunikasi karena OSPF
menggunakan sistem area. Area pada OSPF menentukan batasan update packet dapat
dikirim ke router mana saja. Hal ini akan memelihara bandwidth, karena
perubahan pada salah satu router di satu area tidak "merembet" ke
luar area tersebut. Area yang wajib ada dalam topologi OSPF adalah area O,
yaitu backbone area.
OSPF juga mendukung autentikasi
dengahn2 tipe: yaitu clear text dengan MD5.OSPF hanya mengenal: BMA(Broadcast
MultiAccess) Router2-Hub-Router2, NBMA, P2MP, VL.
Kelebihan:
·
Tidak menghasilkan routing loop.
·
Mendukung penggunaan beberapa metrik sekaligus.
·
Dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan.
·
Membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area.
·
Waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat.
Kekurangan:
·
Membutuhkan basis data yang besar.
·
Lebih rumit.
Sumber: Modul Panduan LAB Jaringan
Komputer Dasar Gunadarma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar