Kamis, 19 November 2015

Kekecewaan waktu mengisi bensin

Setiap hari ketika ingin pergi ataupun berangkat kekampus aku selalu menggunakan sepeda motor di karnakan efisiensi waktu. Motor sudah kuanggap sangat membantu karna motor jauh lebih cepat sampai dibandingkan dengan mobil dikarnakan motor bisa menyalip atau mendahului ketika dalam kondisi macet.

Pada suatu hari setelah aku pulang dari kampus, aku melihat speedometer ku dan aku tersadar bahwa aku harus mengisi bensin agar motor ku tidak mati karna aku melihat motor ku sudah 2 batang dan tandanya bahwa bensin yang terdapat pada motor ku tinggal sedikit.

Jadi aku putuskan, setelah pulang aku langsung mencari POM bensin terdekat. Lalu sampelah aku di tempat POM bensin terdekat yaitu POM bensin Pertamina. Sebenarnya aku lebih suka mengisi bensin di SHELL dan aku jarang sekali mengisi bensin di Pertamina kecuali pada saat kepepet seperti ini. Aku memilih SHELL karna setiap mengisi bensin, aku selalu mendapatkan alat bukti pembayaran atau bill pembayaran dan juga sedikit orang yang mengsisi di SHELL jadi jarang sekali kalo mengatri saat mengisi bensin, mungkin kalo mengantri juga paling sebentar antara 2 sampe 3 motor.

Nahhh jadi awalnya waktu mengisi bensin di Pertamina di daerah kota besar yang mungkin tidak ingin ku sebutkan tempat dan lokasinya. Aku mengisi motor ku dengan bahan bakar pertamax dan aku memesan 25 ribu. Dari sinilah masalah itu muncul, jadi pada saat itu aku memberikan uang sebesar 50 ribu. Lalu pada saat di rupiah 23.200 motorku sudah penuh dan aku mengakhiri mengisi bensin di rupiah 23.200. Dikarnakan aku agak sedikit buru-buru dan tidak teliti aku langsung mengambil kembalian dan tidak menghitung kembalian tersebut di tambah malah aku harus membayar lagi 500 rupiah dan aku diberikan 1000 rupiah.

Ketika meninggalkan SPBU dan dijalan tiba-tiba terpintaslah dipikiran ku. Sejak kapan ngisi bensin ada 500an dan tapi kayanya kebalinya 27.000 bukan ya? begitulah pikir ku karna setau ku jika pemngisian dabawah 500 rupiah itu dianggap mengisi ribuan sebelum angka 500 dan itulah mengapa di sebut pasti pas. namun setelah sampe lokasi aku menghitung uang kembalian tadi dan ternyata jumlahnya itu 25.000 bukan 27.000 di tambah lagi aku membayar 500 rupiah lagi.

Lalu aku kesana dan menjelaskan masalah ini dengan baik-baik. Namun dari sini aku mulai kesal tapi aku selalu sabar karna yang membuatku kesal itu mereka selalu menjawab "struk pembelian bensinnya mana pak?" padahal aku memang ga menerima struk dan sudah menjelaskan hal tersebut dengan sabar.

Singkat cerita akhirnya aku sudah bosan debat soal ini dan akhirnya aku menelpon orang tua ku agar aku bisa bertanya mengenai hal ini dan apa yang harus ku lakukan. Orang tua ku menjawab 'yaudah pulang aja, ikhlaskan yang kurang' dan aku mengiyakan jawaban orang tua ku. Setelah selesai aku putuskan untuk pulang dan ku anggap masalah ini selesai.

Mungkin sih ini masalah sepele cuman 2.500 yang menghilang tapi bagimana jika hal tersebut terjadi pada 10 orang atau malah lebih banyak dari itu? pasti sangatlah merugikan pembeli bukan?
Jadi saran ku mungkin lebih baik teliti sebelum membeli dan mintalah struk pembelian yang resmi agar bisa menjadi bukti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar